Senin, 16 April 2012

Lebar Tapi Tak Lapang

Lebar, setidaknya lebih dari bentuk fisik saya yang masih Slim *lebih slim dari iklan salah satu produk minuman diet yang berjalan diantara dua manekin. Kata ini berujung pada sebuah bentuk fisik yang berkembang.


Lapang, masih berharap sesuatu tempat yang sering dikatakan Lapangan itu akan dapat menerangkan arti dari kata ini seutuhnya. Meskipun saat ini sebuah lapangan belum pasti memiiki maksud seperti apa yang kita pikirkan.


Jum'at kedua di Bulan ke Empat, Tahun ini.


Khutbah bergema dengan syahdu memasuki seluruh indera pendengar semua manusia di ruangan suci penuh pilar itu, masalah mendengar atau tidaknya itu hanya urusan personal indovidu itu dengan Tuhan nya. Sunat Jum'at itu telah selesai saat Ujar Salam terucap dari bibir seorang Imam dan para Makmum nya, ketika itu pula tradisi salam bersalaman antara sisi sejajar dilakukan *Niat untuk bermaaf-maafan.


Raga demi raga keluar berdesakan dengan jiwa penuh dengan kata sifat, saya rasa itu bisa menjelaskan semua dari perasaan mereka. Namun berbeda kiranya saat satu paras yang cukup tenang, gelisah saat disaat yang bersamaan. Dan seorang dengan tubuh lebih ramping dari kelompoknya menghampiri.


"Woi, Kenapa !!"
"Selop aku Hilang, sepertinya tertukar ma orang lain."
"Trus tuh selop siapa, lu pake?"
"Aku ambil yang lain, yang sama bentuknya ..."
"Tapi, ukurannya kan beda, kaki lu aja kesempitan."
"Ah, yang penting sama, ketimbang aku pulang nyeker."
"Terserah lu lah, Dosa'a kan di elu."
"Hahha ..."


Bentuk Lebar itu, mungkin "Daging dengan banyak keuntungan" atau malah "Lemak dengan banyak keburukan". Perkiraan Lebar akan memiliki Hati yang lebih luas menjadi sebuah Nila setitik yang jatuh dalam Belanga Susu, Saat saya bertemu onggokan nyawa itu.


Sifat untuk menerima dengan keluasan hati agar bisa memaafkan dan menerima lebih susah didapatkan "Mungkin" pada saat seperti itu. Tapi, bukan sesuatu yang sulit kan untuk dicoba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar