Minggu, 15 April 2012

2 Imam 1 Remedial

Maghrib di Rumah Suci ...


Masbuk, niat'a memang tidak shalat di Mesjid terdekat karena ingin dirumah saja, apa daya ketika Aliran Listrik Nasional masih dalam keadaan trauma untuk bencana di senja hari masih padam hingga maghrib itu. Dan aku memutuskan untuk hijrah dan melakukan ibadah itu secara masal. Wudhu ku sudah dalam batas raka'at pertama, dan memaksaku untuk mengantri dalam stase kedua.


Ku penuhkan jajaran terluar disebelah kiri baris tersebut. Shalat ku untukMu dan kewajibanku. Suara gema setelah Imam berujar nyata terdengar di kanan indera pendengar ku. Ya, ejaan itu cukup membuat ku terusik. Bukankah saat seorang manusia sedang menyembahNya manusia lain tidak boleh bergumam didekatnya walaupun itu membaca Ayat Suci dari Nya ...


Seperti dua Imam sedang melafalkan kewajibannya namun dalam perbedaan bunyi. Satu untuk rukun ku dan satu yang lainnya lebih untuk mengganggu ku. Ku rasa khusyuk ku sudah tidak terlihat disini, dan untuk kesopanan tak mungkin ujar ini akan menghentikannya.


Salam terakhir, salam ku untukNya dan salam untuk Imam kedua dengan hati meminta maaf atas jeritan hati sebelumnya. 


Maghrib dengan remedial yang semoga kudapatkan kekhusyukan'a.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar