Kamis, 11 April 2013

Arah

"Belok kanan", jangan kaget kalau saya bisa saja langsung belok kiri.
Ya itu saya, entah sejak kapan saya mengidap gejala ini, yang jelas saya sangat susah membedakan antara kiri dan kanan, bukan tidak bisa, tapi sulit jika tidak dibarengi dengan gerak tunjuk.

Dalam keadaan normal seperti saat saya sedang menulis ini, saya masih bisa mengatakan kalau yang kanan itu kanan dan kiri itu kiri, tapi jika kamu menanyakannya saat saya sedang membawa motor atau pertanyaan muncul secara tiba-tiba maafkan sajalah untuk kesalah yang akan bakal tetjadi.

Pernah saat itu saya sedang menunggu mobil jemputan pulan ke kampung halaman, dan kemudian si supir pun menelpon untuk menanyakan alamat lengkap kostan saya.
Saya bersikukuh mengatakan bahwa lorong menuju rumah saya ada di sebelah kiri dari lajur kota, sedangkan si supir sudah sibuk mencari alamat hingga jauh melewati lorong kostan saya dengan gondok nya, mungkin. Namun seketika saya diberitahu adik sendiri kalau lorong kostan berada disebelah kanan, selanjutnya percakapan hanya berakhir dengan kata maaf, jelas dari mulut saya.

Kawan terdekat sudah pada tahu tentang "kekurangan" ini, dan mereka memakluminya, hanya saya saja yang kurang maklum kalau tiba-tiba mereka usil untuk hal ini.

Entah apa nama "penyakit" ini, tapi bukan penyakit juga sih, hanya saja jadi kekurangan juga jika sedang membawa motor dan memboncengi orang yang tidak mengerti akan kekurangan ini, mending kalau dia nya nunjuk arah sekalian dengan gerakan tangan nyata. Kalau tidak, ya tahan-tahan malu saja jika saya tiba-tiba berhenti dan berbalik arah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar