Tampilkan postingan dengan label Aperturely. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aperturely. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

Bagaimana

" Bagaimana "
( 02 September 2012 )


Bagaimana mau meraba bintang jika tameng kelam membiaskan cahaya pejamkan mata. Tameng hancur kelam tersisa, cahaya masuk mata terbuka dan bintang teraba. Cahayamu jalanku untuk terang melihat tujuan.

Bagaimana mau tersiram bulan, jika air pemancur buram berpalut busa dan tertahan. Buram tersaring, Pemancur kembali indah, busa menghilang dan halangan mencapai penyelesaian. Halangan hilang meradu bersam harapan sebuah keikhlasan.

Bagaimana bisa menanti hujan, jika rintih pertama datang malah bukan dari sang awan. Seorang gadis tersedu mengisak luka yang tak berwujud, hanya dia temannya yang menyaksikannya. Sang Awan. Melihat jauh kebawah dia merasa malu untuk kembali menurunkan hujan dalam tangis.

Bagaimana bisa menghalau pekat, jika harapan mati menanti semburat. Harapan kembali dengan sinar melebihi semburat, pekat lari tunggang-langgang menjauhi keadaan. Pekat menghalau harapan memasuki dunianya, hingga terjadi dan membahagiakan insan yang mendambakannya.

Bagaimana, jika malam terus menyelimuti masa depan dan menjadikan'a sekedar gantungan bukan tujuan. Masa depan menjadi nyata saat malam berganti siang, tujuan terpatri dan terlihat mata hingga asa tak lagi menggantung di langit sana. Mungkinkah terus bermimpi di terik siang.

5 tweet 'Bagaimana'
Disponsori oleh Sate Padang Takana Juo

Sabtu, 13 Oktober 2012

Dua Gelas Penyiar

Ini bukan tentang dua sejoli yang menghabiskan waktu bersama di sebuah cafe nan cantik berhiaskan kenangan masa lampau dan secara estafet terus mengukirnya. Bukan juga cerita cemen tentang dia yang ditinggalkan dan terus menunggu hingga dia kembali atau dia sudah bisa melupakannya. Ini bukan tentang kisah cinta walau tidak sepenuhnya bukan.


Malam bersama, saat sepi belum sepenuhnya membungkam hari dan ku rasa itu sudah tengah malam lewat. Beranjak dari tempat yang seharusnya orang-orang habiskan dengan membekap tubuhnya dengan selimut tebal penghantar hangat. Aku dan dia selalu siaga melihat waktu agar segera berselancar menuju remang-remang malam, ya remang suatu tujuan.

Tak hayal aku dan nya sering berteriak pikuk hanya untuk menghilangkan hawa dingin yang menjalar sedikit demi sedikit dibawah kain pembalut tubuh, hingga saat itu kami memutuskan agar esok memakai stelan dalam kondisi cuaca pegunungan everest, jadilah dua model winter style tersesat di sebuah kota kecil meradu malam demi sebuah tujuan.

Aku begitu mencintai pekerjaan ini, begitupun dia. Dia yang mengajakku bermain kata dan joke seru ditengah malam di bulan Ramadhan. Dia yang mengajarkanku bersapa sopan tapi kocak disana. Dia yang memberikan sedikit ilmunya untuk bisa kukecap sekaligus langsung mempraktekkannya. Dia yang menunjukkan sisi lain sebuah bakat terpendam.

Menjadi seorang PENYIAR RADIO itu mengagumkan.

Kami mulai mengudara di pukul 01.00 WIB dini hari, yang terkadang pergi berbekal sarung dan bantal penopang muka saat kantuk tak tertahankan. Pukul 04.00 WIB kegiatan itu pun kami usaikan karena telah memasuki jadwal Sahur dan sudah sebaiknya untuk kami segera berpulang kerumah.

Keadaan bisa berubah saat buruk waktu itu, dengan cuaca yang tak menentu kiblatnya, terkadang memaksa kami untuk mengadu sistem imun dengan hujan badai dan halilintar diluar sana, namun inilah pekerjaan dan kami mencintainya.

Mie instant, coffemix sachet, cappucino, coffe latte, mangga, kue basah sisa buka, dan banyak jenis lain yang pasti akan dibawa saat akan pergi bekerja mengait kalimat disana. Tahun ini, kami mendapatkan segmen kuis yang lumayan membawa banyak kesempatan untuk bisa tidur dibalik kesenggangan yang ada.

Banyak cara yang dilakukan untuk menghilangkan selera kantuk yang bersemayam di tubuh masing-masing, dan cara yang paling ampuh menurut dari apa yang telah banyak di coba adalah Bergoyang amburadul ria dengan lip-sinc lagu yang sedang diputar di radio. Ya setidaknya kami tahu kalau kamar tersebut kedap suara, sehingga suara cempreng penyanyi karbitan seperti saya tidak terdengar hingga ke gedung sebelah. Kenapa hanya saya?, itu karena dia sangat pandai dalam olah vocal, hobinya untuk selalu berdayung merdu penuh rasa pada suara disetiap hajatan yang ada.

Pernah saat itu hujan deras dan petir bergemuruh dahsyat, tak satupun dari kami yang membawa helm sebagai antisipasi keadaan darurat, itu dikarenakan cuaca masih dalam keadaan aman dan terkendali ketika kami berangkat namun terbalik seketika saat kami akan beranjak pulang. Malam itu kami pergi bertiga, bersama dia yang lainnya, untuk lebih memeriahkan suasana. Dan aku yang bertugas membawa motor dengan membonceng mereka bertiga yang sudah termakan kantuk. Dengan berbekal mantel seadanya aku berkendara dengan cukup pelan, hingga di persimpangan terakhir, hampir saja kendaraan yang kami kendarai nyungsep kedalam sebuah selokan besar dibarengi dengan tubrukan besar benturan mobil yang mungkin akan terjadi jika keahlian menungkik tajam tidak aku miliki dalam berkendara, untunglah hal itu tidak terjadi. Mereka tidak berkata apa-apa, hanya tertawa melihat ulah ku yang tidak bisa melihat jalan dalam kondisi hujan. Ya, mereka hanya tertawa riang. Aku lega.

Mendengar keluhan bahkan curhat jenaka hingga sedih nestapa saat melakukan tugas siar merupakan suatu hal menarik dari pekerjaan itu. Curhat jenaka seakan mengembalikan gairah humor yang kental dalam diri hingg niat sangat untuk membalasnya. Tapi, jika curhatan itu berupa kabar -garing- tentang hidupnya ya paling kami hanya sekali berkata "mmmm..." "trusss..." "iyaaa....", dari balik microphone kami mungkin sedang ngupil ria, guling-gulingan, isi TTS, ngemil, cari kutu no matter yang nelpon sedang nangis bombay nunggu sugesti/nasehat untuk hidupnya. (: MENARIK

Pernah di malam yang suntuk menguap sangat, ada tiga penelpon yang sedang berbalas ejek menerpa frekuensi kami. DAMN, kocak kesel norak (biasalah frekuensi daerah (((: hahaha) dan Know What !!! itu problem tentang cinta, begini :
        1. Penelepon 1 : Pria
        2. Penelepon 2 : Wanita 
        3. Penelepon 3 : Pria kawan Penelepon 1
Penelepon 1 mengatakan pada kami dia ingin berkirim salam pada sahabatnya yang sedang berbahagia atas perkawinannya yang baru saja berlangsung dan bla-bla-bla, klik. Kemudian setelahnya penelepon 2 mengatakan untuk penelepon 1 agar tidak sombong dan baik-baik dengan wanita agar bisa nyusul nikah juga, dan dia bilang kalau dia Mantannya si penelepon 1, klik. Penelepon 1 menelepon kembali dan berkata dia tidak pernah kenal dengan penelepon 2 yang mengaku sebagai mantannya dan itu tidak benar, klik. Secara estafet penelepon 2 kembali menelepon dan mendamprat penelepon 1 habis-habisan hingga KAMI sebagai yang punya jam siar beberapa kali mematikan tombol siar agar tak terdengar dengan pendengar, karena kebun binatang dan organ tubuh berhasil keluar dari sound yang ada, hingga kami berinisiatif memutuskan sambungan telepon, klik. Kemudian tak lama setelahnya penelepon 3 yang mengaku sebagai kawan dari penelepon 1 mengatakan bahwa semua yang dikatakan penelepon 2 tidaklah benar karena penelepon 1 merupakan kawan dekatnya yang sering curhat kepadanya, sehingga dia pun mengutuk si penelpon 2 (sudah mulai lebay), klik. Penelpon 2 kembali menghubungi kami dan berkata-kata, namun kali ini kami menimpalinya dengan bernasehat sebijak mungkin, TAPI, alhasil damprat pun di alamatkan kepada 2 penyiar anti mainstream ini sehingga sekali lagi kami memutuskan untuk mengenyahkan jalin telepon tersebut dengan sangat santun. (dibelakang layar : kami berdua mendamprat-kutuk-caci-rumpi si penelpon 2 dengan dahsyat hingga tarikan nafas iklan terakhir). Malam itu berhasil membangkitkan emosi dan gelak tawa kami berdua. ((:

Banyak yang masih bisa dikenangkan dan banyak pula yang masih harus dikerjakan, semoga tahun depan dan depannya lagi, pekerjaan ini terus menanti untuk saya umbar kembali dan masih tetap bersamanya.

Thank you for keeping stay tuned on One O One Point Three DALKA FM wit him EI and Me (Bramadita). Selalu hargai hidup karena ini cuma terjadi sekali, hari terus berganti dan kenangan terus terpatri. Keep Rockin Guys. OFF

 My Brother EI/Erwin ((:

Rabu, 19 September 2012

Korea TO DO


Korea TO DO
Korea Tourism Organization have a program to trip The Korea Country. I’m so happy to follow this event from KTO via Korean Air Southeast Asia.


Not much I can tell you about my wishes to stay at a while in Korea, other than my desire to go and enjoy the day and breathe the clean air on Korean, and catch a capture on my digital camera. As a result connoisseurs of photography and beautiful scenery wherever I am, Korea is a country with many beautiful places I have always admired his existence. With many cultures heavily guarded beauty and always keep the traditions of antiquity.

My interest in this country is revealed over time the website (ibuzzkorea) and (Asian On Air Program) is holding a contest to be able to visit the country within five days, and it is very encouraging news for all those who yearn to set foot in the country.

Korean Modernity, Culture, Nature, and Art Entertainment

Three options are given theme here: Things I want to DO, SEE, or HEAR in Korea. Absoutely I chosed to DO, if my desire is only for viewing or listening, oh God, you just only seeing or hearing them on their websites, youtubes, or whatever option that they're gave. I chosed to DO something THERE, espesially in Korea, Seoul.

Not much I can Narrate about what I would do there, but for sure, it all will be a greatest fun for me and anyone that follow these trip.

First time that must be i hear there is national Korean language on Hangul words. It would be nice to know how they used the language in the other spatial than usual. Hopefully, I can learn it and practice it a little straight in Korea. AnyeongHaseyeo.


Korea became famous with his artistic events that attract a lot of people in the world, including Indonesia. With so many various lines in the field of arts like drama (dorama), music (vocal groups), and style. Korea also offers a variety of interesting places to visit with a wide variety of historical value, as well as a variety of cosmetics products commonly found and used by the celebrity world, as well as the original food favored by those who started in the world of culinary connoisseurs.

I want to pass a wide range of road and park there, just to perpetuate life in a beautiful picture that will stay in memory later. Korea storing various forms of beauty in the landscape city owned, and it makes a lot of people interested to just sit out in the garden and breathe off. As I was enjoying how town planning can be designed very well if you have a cleared concept. Walking along the Cheonggyecheon river which was very popular with the place is clean and full of art activities will remind me with a variety of atmosphere in my life. dim the lights at night reflected on the riverside will evoke a romantic atmosphere for anyone going through there.




Take a trip in the evening by watching the people nightlife that they have it so made me tremble by just thinking about it. How do they spend time with a lot of walk or take a public transportation than driving a private vehicle it really will give a very different atmosphere compared my own country. The Korea government is very attentive to people and of course there are environmental issues that are owned by public facilities are concerned the conditions and lifestyle of Koreans who enjoys walking over to make it all goes well.






Enjoy cafe or coffeeshop in there, may be a small thing for them or others, but for me there I could enjoy how people interact among themselves and I can learn a lot from their lives. Ranging from how to apply interpersonal respect, habit they always do, and my attraction to the style that they use in the country. It also is because many celebrities are already eyeing the Korean fashion style as their style of everyday or show in their country. See Seoul National University or other Universities there, would be so amazing to me, just by imagining it has fascinated me, let alone get to see firsthand how the campus life there.





Just walk in between the trees that lined the meeting in a city park with an occasional glance at those who crossed it would be very nice indeed, especially when the fall arrives and the leaves changing colors and falling on the road that I passed, it would definitely be moment I can not forget for the rest of my life.




Korea is becoming a tourist destination and business people all over the world, so the income they have increased dramatically in recent years. Entertainment is one of the biggest contributors to the economic output of the country and the government strongly supports all forms of artistic activity that is held there. There are some Korean vocal group that I like such as Big Bang, 2ne1, Beast, Shinee and some local musicians and bands that have a good voice and the lyrics are great for telling some story on my life. Hopefully, I could see where they were educated to be well-known as it is today.




Samsung is one of the leading companies in the world, and held in Korea. For lovers of gadgets (though not yet afford it) I had a great desire to come to the place where all the magic began gadget. And see firsthand how they work and the gadget makers create new products. (Hopefully can get the free). Just beacuse i am not use the samsung gadget, does not mean i don’t want that gadget, all it’s about my money that’s not enough.





See a lot of variety beautiful buildings which exist in Korea will surely make the eyes is not cease to be open, and that was very definitely wanted me to do. Seoul Tower which started filming famous as it is used in several scenes in the Korean drama, making it a target for foreign and local tourists, with very good lighting at night makes it a very romantic place for visitors. And so, the Banpol bridge that serves attractive scenery with a fountain on the side of the bridge and the magnificent lights at night as if it was a awesome dancing bridge with raibow lights and sceneries. Oh God, I hope I can see it and use the incident as a pivotal moment in my brain memory. Do not forget to take a lock on the tower pocket, I would expect a lot of love and a memory of this place until later hopefully get back to this place.





Visited various famous market in Korea and shopping centers are popular among local and foreign tourists will be I need there, once again noticed people of korea in living day-to-day activities would be fun for me. When will I have a budget that is more to do shopping activity just to share the Korean souvenirs for relatives and friends, I would do it for sure.




Food and drink tasting unique and authentic Korean specialties will definitely be something new in my life, Kimchi or Makgeoli example and roadside snacks always in drama-korean that I often watch, yes even though I do not really like the food that was not usually in my mouth, but I will definitely try a little, because once again it will be a once in a lifetime experience of mine. Maybe it is different with familiar dishes such as cake, coffee and tea that I would definitely be happy for i try to eat them.





And certainly I'd love to visit, as I mentioned earlier is a place where tradition or culture of a country's wealth came from, like a palace owned by Korea, one of which is Gyeokbokgung Palace. Once again korean drama succeded me or many other people fascinated by the beauty of this palace owned. The composition of the rock where we walked in the palace, the composition of the wood used in the manufacture of the palace itself, and the bright red color that has always been my favorite color for a magnificent impression caused. It's so awesome palace there. I dream to touch the bottom of the stairs of the palace.




Heyri Art Village keeps me thinking that someday I could go to the village. Again, it's cause art that the village show up to the public. So many greats building there with a greats architec too. The buildings were like had a story behind the workmanship and sculptures in the garden wild village will be enough to impress me to quickly take pictures and immortalize the memory and each capture in my digital camera.




There are very few places like in some drama that aired in Indonesia, but then again I do not really know the names of these places, besides the names are difficult to keep in mind as well as the memory of my brain that is sometimes difficult to remember. There are places where a coffeshop is above the mountains are not very high, and I think it would be wonderful if I sit in one of the tents there is coffeshop terrace looking green mountains there and enjoy a cup of hot tea and a few pieces of chocolate cake that coffeshop maked.






To be sure here, it would be nice if the trip is not only done alone, with friends from different countries will definitely add a fun and festive atmosphere there. Exchange of information and mutual photographed place to go, it would be a wonderful beginning for a friendship, and memories for a farewell.

Hopely, some of my story above can be achieved by following this contest.

Hopefully, I can enjoy the beauty of Korea with my sense of touch. 

Senin, 16 April 2012

Lebar Tapi Tak Lapang

Lebar, setidaknya lebih dari bentuk fisik saya yang masih Slim *lebih slim dari iklan salah satu produk minuman diet yang berjalan diantara dua manekin. Kata ini berujung pada sebuah bentuk fisik yang berkembang.


Lapang, masih berharap sesuatu tempat yang sering dikatakan Lapangan itu akan dapat menerangkan arti dari kata ini seutuhnya. Meskipun saat ini sebuah lapangan belum pasti memiiki maksud seperti apa yang kita pikirkan.


Jum'at kedua di Bulan ke Empat, Tahun ini.


Khutbah bergema dengan syahdu memasuki seluruh indera pendengar semua manusia di ruangan suci penuh pilar itu, masalah mendengar atau tidaknya itu hanya urusan personal indovidu itu dengan Tuhan nya. Sunat Jum'at itu telah selesai saat Ujar Salam terucap dari bibir seorang Imam dan para Makmum nya, ketika itu pula tradisi salam bersalaman antara sisi sejajar dilakukan *Niat untuk bermaaf-maafan.


Raga demi raga keluar berdesakan dengan jiwa penuh dengan kata sifat, saya rasa itu bisa menjelaskan semua dari perasaan mereka. Namun berbeda kiranya saat satu paras yang cukup tenang, gelisah saat disaat yang bersamaan. Dan seorang dengan tubuh lebih ramping dari kelompoknya menghampiri.


"Woi, Kenapa !!"
"Selop aku Hilang, sepertinya tertukar ma orang lain."
"Trus tuh selop siapa, lu pake?"
"Aku ambil yang lain, yang sama bentuknya ..."
"Tapi, ukurannya kan beda, kaki lu aja kesempitan."
"Ah, yang penting sama, ketimbang aku pulang nyeker."
"Terserah lu lah, Dosa'a kan di elu."
"Hahha ..."


Bentuk Lebar itu, mungkin "Daging dengan banyak keuntungan" atau malah "Lemak dengan banyak keburukan". Perkiraan Lebar akan memiliki Hati yang lebih luas menjadi sebuah Nila setitik yang jatuh dalam Belanga Susu, Saat saya bertemu onggokan nyawa itu.


Sifat untuk menerima dengan keluasan hati agar bisa memaafkan dan menerima lebih susah didapatkan "Mungkin" pada saat seperti itu. Tapi, bukan sesuatu yang sulit kan untuk dicoba.

Minggu, 15 April 2012

2 Imam 1 Remedial

Maghrib di Rumah Suci ...


Masbuk, niat'a memang tidak shalat di Mesjid terdekat karena ingin dirumah saja, apa daya ketika Aliran Listrik Nasional masih dalam keadaan trauma untuk bencana di senja hari masih padam hingga maghrib itu. Dan aku memutuskan untuk hijrah dan melakukan ibadah itu secara masal. Wudhu ku sudah dalam batas raka'at pertama, dan memaksaku untuk mengantri dalam stase kedua.


Ku penuhkan jajaran terluar disebelah kiri baris tersebut. Shalat ku untukMu dan kewajibanku. Suara gema setelah Imam berujar nyata terdengar di kanan indera pendengar ku. Ya, ejaan itu cukup membuat ku terusik. Bukankah saat seorang manusia sedang menyembahNya manusia lain tidak boleh bergumam didekatnya walaupun itu membaca Ayat Suci dari Nya ...


Seperti dua Imam sedang melafalkan kewajibannya namun dalam perbedaan bunyi. Satu untuk rukun ku dan satu yang lainnya lebih untuk mengganggu ku. Ku rasa khusyuk ku sudah tidak terlihat disini, dan untuk kesopanan tak mungkin ujar ini akan menghentikannya.


Salam terakhir, salam ku untukNya dan salam untuk Imam kedua dengan hati meminta maaf atas jeritan hati sebelumnya. 


Maghrib dengan remedial yang semoga kudapatkan kekhusyukan'a.

Si Kecil dan Kotak Amal

Jum'at kedua di Bulan April.


Tidak terlalu "manis" atau lucu, tapi tidak menumbuhkan rasa bosan juga untuk betah berlama-lama melihat parasa wajahnya. Orange, ya si kecil memakai orange arabian style untuk hari spesial ini. Tidak ingin duduk sendiri, Paha angkuh terus bertahan menopang beratnya. Si kecil bersama Ayahnya.


Kubus solid itu terus berjalan melewati serangkaian persinggahan akan sentuhan kulit. Tidak menunggu lama, Kayu bersudut itu hadir didepannya. 


"Ayo masukin uang yang ayah kasi tadi"..., 
"Iya, Yah" 


jawaban lembut itu mendayu seperti alunan nyiur. 


Ku Berpikir cukup lama, mengapa kubus bergerak tanpa kaki itu tak kunjung datang menyentuh ku !!. Ku Berpaling dan menatap wajah putih itu lagi, Si Kecil kesusahan untuk memasukkan Amal'a. 


"Ayo cepat, bentar lagi shalat'a mulai"... 
"Bentar Ayah"... 
"Loh kok ada lagi, Uang dari siapa ?"... 
"Yang tadi punya Ayah, ini titipan dari Bunda, dan ini punya Nenek"... 


Sssss, desir itu masuk dalam rongga jiwa ini. Rongga yang tadi'a tertutup tanpa knop, kini terbuka lega kembali.


"Ya sudah dimasukin, mau Ayah bantu?"...
"Gak usah Ayah, adek kan mau dapat pahala yang banyak"... 


Senyum Si Kecil, senyum Ayah, dan senyum ku. Bahkan sebuah kotak kubus dengan sedikit lubang kecil diatasnya tersirat menjadi senyuman indah.

Sabtu, 31 Maret 2012

Frase Sebuah Penyesalan


Sekarang atau kan segera hilang. Gerakkan sedikit bagian tubuh itu, bagian tubuh yang terlahir untuk terus kembar dengan yang lainnya, bagian tubuh yang telah menjadi bagian penting dari pertama manusia itu ada. Hanya dua, ya hanya dua, si ibu dan si penunjuk.

Tampak nyata saat ini tak berarti akan terus selamanya begini. Bobot ini akan terus menekan gumpalan awan dalam bentuk yang berbeda itu. Tidak banyak waktu tersisa, cukup untuk menekan pikir seraya membuat keputusan. Bawa sekarang atau kan hilang bersama kenangan, dan memori akan terus mengingatkan tentang sebuah penyesalan.

*

Bawa, bawa elemen bernama itu, tak tahu sampai kapan sanggup ini kan mampu menahannya. Massa ini tak sebesar massa nya, ini hanya gumpalan padat tanpa bobot yang lebih padat. Penyesalan itu masih ku tangguhkan, namun kesempatan itu tak kan lama hanya hingga keseimbangan itu tak lagi bersama.

*

Alur patri ini memang tak seindah guna, tapi manfaat yang dibutuhkan melebihi kapasitas sebuah benda mini tak beraturan. Cakrawala indah nan mempesona akan bergulir didepan semesta saat bentuk ini menemukan jodohnya.

Ya, segeralah. Ambil kesempatan ini, dan hantarkan menuju pasangan.

Jumat, 27 Mei 2011

Dosa IEMOET shalat Jum'at

Pertama2 marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang selalu menerangi hati kapanpun dan dimanapun.
Kedua2 tak lupa kita berikan sanjungan yang tak terhingga bagi Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah memberikan pengetahuan lebih bagi kita untuk hidup didunia.

Ok, next...
Mohon maaf kepada Sang Pencipta atas dosa hari ini.

Ini semua karena 2 *sekali lagi DUA setan cilik yang berada didepan hamba, saat shalat jum'at brlangsung. Saat belum dimulai Acara SAKRAL Jum'atan mereka terlihat UNYU2 dengan spesifikasi sebagai berikut :
  1. Identifikasi manusia dari LABORATURIUM FORENSIK menunjukkan mereka asli Aceh-Indonesia, tapi mata saya dibohongi disini, karena kelihatan jelas mereka masih ada keturunan dari Arwah Pae So Cung *Mata sedikit buram, kulit putih, mendekati Albino. lengkap.
  2. Baju kembar identik (flora nuansa biru putih), padahal sejatinya mereka tidak kembar *kelihatannya. ini adalah trik DUET orang tua yang ingin mencari keselarasan dalam berbusana, yang belum tentu disukai anak'a <-------- Laporkan Komisi Perlindungan ANAK.
  3. Celana jeans nuansa jadoel tempoe doeloe, lagi-lagi ada pembatasan hak anak dalam berkreasi disini. Oh, semoga tidak ada cerita Ibu TIRI disini. Amin.
  4. Peci hitam bermotif, layaknya peci... memang betul peci. Hanya satu yang disayangkan disini, sepertinya peci tersebut sangat lebih cocok bila digunakan oleh KAKEK mereka. Maafkan, berlutut pinta ampunan.
Ok, Next ...
Dimulai dengan kata tanya ? Ada apa dengan DOSA dan MEREKA ....
Ketika prosesi saklar dimulai, tidak sampai sedetik, tanduk merah dari kepala mulai bermunculan dari mereka. KALAP mungkin, kalau saya tidak waras dan ingat tuhan. Mereka melakukan hal-hal diluar perilaku manusia normal tapi masih dalam koridor hukum *ingat mereka ANAK-ANAK. seperti :
  1. Bersikap aneh *Posisi berdiri dengan kedua tangan mendekap didada dipraktekkan mereka dengan segenap jiwa hingga kelihatan seperti mereka berada di kutub utara dan kedinginan tanpa sehelai kain pun.
  2. Dance version, seakan ada disasana permainan dengan musik menggebu dalam telinga bahkan otak, mereka pun melakukan tarian atraktif saat itu jua.
  3. Ring tinju, kelas banting antara dua orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya bersaudara kandung karena terpisah sejak lahir *sinetron INDONESIA.
ENOUGH *takut dosa.
Dan Mirislah hamba pada saat Upacara SAKRAL JUM'ATAN berakhir, dan menyadari konsentrasi BUYAR karena 2 Setan Unyu2 berdendang didepan hamba.... OH, Tuhan.
Masih adakah PAHALA yang tersisa, Pasti ADA... hehehe

note : Twin Devils Unyu2 <------ Semoga mereka cepat besar.

Selasa, 17 Mei 2011

BURUK-rasi

Seorang ibu yang diminta anaknya untuk bisa mengantarkannya ke rumah sakit terdekat tampak ogah-ogahan menerima ajakan si anak. Si anak sebenarnya berniat untuk memeriksakan kembali matanya yang sudah terasa kabur. Ketika ditanya mengapa si Ibu bersikap demikian, Ibu hanya berkata “Malas kali ngurusnya”. Ya, demi mendapatkan resep obat yang lebih murah dari yang seharunya kita memerlukan birokrasi panjang yang berbelit. Setelah antri panjang dari Puskesmas yang jaraknya lumayan jauh untuk mendapat surat rujukan dari salah satu kartu layanan kesehatan publik, kembali si Ibu harus mengantri pada administrasi kartu layanan tersebut pada rumah sakit yang di rujuk. Begitulah seterusnya jika ingin mendapatkan pelayanan yang belum tentu baik tapi dengan system birokrasi yang hampir membuat pingsan seorang nenek karena sakit yang dideritanya.

Tergelitik ide dalam hati, apa yang sebenarnya harus dilakukan. Apakah Puskesmas yang harus dibangun dekat dengan Rumah Sakit atau sebaliknya, sehingga setiap kecamatan dinegara ini memiliki Puskesmas yang berdampingan dengan Rumah sakit. Ini hanya pemikiran dangkal saja. Karena sebenarnya bagaimana birokrasi yang bisa mempercepat sebuah proseslah yang harus dipikirkan secara bersama-sama, karena ternyata tidak hanya sebatas surat rujukan ini saja, tapi pada berbagai instansi atau lembaga lain di negara ini, baik dalam ruang lingkup kecil seperti pengurusan KTP hingga permasalahan besar yang terkait pada bidang politik, ekonomi, kriminal, HAM, dan sebagainya. Saya sebagai penonton setia setiap tayangan berita di media televisi kadang merasa Gemas/Geram ketika melihat sebuat masalah yang terus ditayangkan setiap harinya namun tidak menemukan penyelesaian, padahal sepikiran saya jika saja semua pihak yang merasa berkepentingan bertemu dan mengutarakan apa yang menjadi masalahnya dan mencari solusinya bersama, maka masalah tersebut akan tutup usia. Tapi ini dia seni Birokrasi di negara ini, “alon-alon asal kelakon”.

Kadang saya termotivasi dengan ide pemerintah yang memberikan layanan satu pintu untuk mempersingkat sebuah proses birokrasi pengurusan sebuah kartu publik, hingga saya tertarik untuk membuat rumah yang mengambil filosofi satu pintu nantinya. Namun semakin kemari kenapa gaungnya tidak terdengar lagi ya, semoga saja program yang demikian masih terus berlangsung. Dan saya kira kita juga harus terus belajar dari negara lain yang lebih maju dalam masalah birokrasi pengurusan sesuatu tanpa dipersulit, karena ini bisa jadi kelebihan negara tersebut dimata wisatawan yang ingin berbuat baik di negara ini.

Semoga harapan akan sebuah biokrasi yang lebih baik nantinya akan segera terwujud, dan saya juga akan menjalankan misi yang sama jika nantinya berada pada posisi yang bisa merubah ke burukrasi-an tersebut. Kadang orang berujar “lebih mudah dikatakan daripada bertindak”, dan saya berpendapat “Kenapa tidak terus bertindak daripada terus berujar”.

KITA

AKU, DIA atau MEREKA hanya bisa berbuat kecil demi sebuah Perubahan. Tapi lain ceritanya ketika KITA yang berbuat, Perubahan itu pasti sudah berada PELUPUK MATA.

Tinggal bagaimana kita akan MERAIHnya.